The People’s Opposition
Hari ini Senayan nyaris lumpuh total. Tujuh dari delapan fraksi mendeklarasikan diri sebagai pendukung pemerintah, menyisakan satu partai yang terjebak dalam posisi abu-abu.
Padahal, parlemen sejatinya adalah saluran resmi rakyat untuk bersuara. Amanat itu jelas tertanam dalam sila keempat Pancasila: kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan. Namun, rezim Prabowo justru menginjak-injak sila keempat itu melalui kekuasaan dan koalisi yang tamak.
Kini Senayan lebih sibuk menjadi juru bicara rezim ketimbang penyambung lidah rakyat. Fungsi kontrol melemah, kritik dibungkam oleh kepentingan politik, sementara moral konstitusi dikebiri hingga tinggal formalitas demokrasi.
Kini pemerintah tidak lagi berhadapan dengan partai oposisi, melainkan langsung dengan rakyat. Rakyat Indonesia tidak bodoh dan tidak akan rela kembali jatuh ke bayang-bayang masa lalu seperti Orde Baru.
0 Komentar