Why we should convert uncertainty into risk to boost FDI

Saya ingin mengajak anda sedikit berimajinasi, Bayangkan anda adalah seorang Investor dan anda ingin menginvestasikan uang anda di luar negeri, Saya akan beri anda dua pilihan Negara yang pertama adalah Singapura dan yang kedua adalah Zimbabwe. Kira-kira negara mana yang akan anda pilih untuk menginvestasikan uang anda?

Jika anda adalah seorang yang waras, tanpa pikir panjang anda pasti akan langsung memilih Singapura, tapi jika anda memilih Zimbabwe maka saya berasumsi anda adalah orang yang kurang waras.

Oke sekarang pertanyaannya mengapa Singapura adalah pilihan yang "waras" dibandingkan Zimbabwe?

(Tapi sebelum itu saya tegaskan bahwa contoh kedua negara ini sengaja diambil sangat kontras agar mudah untuk membandingkan dan mudah dipahami secara garis besarnya.)

Disini kita masuk ke pembahasan utama tentang Uncertainty dan Risk.

Singapura adalah negara dengan Index korupsi yang rendah, terakhir saya lihat dari Transparansi.org (2024) Singapura menempati peringkat 3 dari 180 Negara, lalu jika kita lihat dari kemudahan berbisnis Singapura EoDB (2019) menempati Posisi 2-190 Negara, dan dalam benchmark yang terbaru dari World Bank yaitu B-Ready Singapura tetap berada di jajaran teratas, tidak hanya dari transparansi, dan pelayanan publik, Politik Singapura juga Stabil, dan yang paling penting pendidikan di Singapura adalah salah satu yang terbaik di Asean, Asia, bahkan Dunia.

Mari kita bandingkan dengan Zimbabwe, per. 2024 Zimbabwe menempati posisi 158 dari 180 Negara Terkorup di dunia, per 2019 peringkat EoDB (Kemudahan berbisnis) Zimbabwe menempati posisi 141 dari 190 Negara, Zimbabwe bahkan tidak masuk dalam negara yang di benchmark dalam B-Ready ini sudah menggambarkan bahwa kondisi birokrasi, politik dan sosial disana sangat kacau dan tidak stabil.

lalu apa maksudnya data-data benchmarking tersebut, apa hubungannya dengan Uncertainty dan Risk, apa hubungannya dengan Foreign Direct Investment?????

Oke saya ajukan satu pertanyaan, apa tujuan utama Investor? 

YA!

Mendapatkan Keuntungan atas Investasi.

Kembali ke contoh tadi, kita punya 2 Negara antara Singapura dan Zimbabwe.

Sebelumnya saya bilang Singapura adalah pilihan yang "waras" dan saya mendapatkan dukungan dari beberapa data. 

Ketika memulai bisnis tentu kita mau uang kita aman, kita ambil contoh kita ingin membangun perusahaan di Singapura, untuk melakukan perizinan di negara ini prosedurnya sudah jelas anda tidak akan dipalak oleh pejabat-pejabat disana hanya untuk mengurus izin, dan dengan benchmark transparansi, pelayanan publik, pendidikan, dan ekonomi yang baik seperti yang dimiliki Singapura paling tidak kita tau bahwa kondisi disana stabil, dan kita juga tidak perlu khawatir untuk merekrut tenaga kerja karena pasar tenaga kerja disana di isi oleh orang-orang kompeten.

Ini juga didukung dengan fasilitas dan infrastruktur yang mendukung, ini akan saya berikan contoh konkret tentang mengubah uncertainty menjadi risk, begini, misalnya kita ingin membangun pabrik di Singapura, untuk menjalankan pabrik maka kita perlu sumber daya agar pabrik bisa berjalan, seperti Listrik maupun Bahan bakar lainnya untuk menyalakan mesin, Singapura menjamin bahwa listrik disana stabil dan mungkin akan ada sedikit gangguan ketika melakukan pemeliharaan, suplai bahan bakar juga stabil namun mungkin akan ada kendala jika ada dunia sedang terjadi konflik.

Nah dengan begitu, sebagai pengusaha kita bisa memperhitungkan Risiko nya, ketika listrik mati saat pemeliharaan maka perusahaan sudah memiliki strategi manajemen risiko, ketika harga bahan bakar tidak stabil akibat konflik, perusahaan juga sudah bisa memperhitungkan nya karena Negara Singapura memberikan data dan pelayanan yang baik.

mari kita bandingkan dengan Zimbabwe, misalnya, ketika anda ingin menginvestasikan uang anda dan membangun usaha di Zimbabwe, melihat Transparansi yang rendah maka anda akan sulit melakukan perizinan, kondisi politik yang tidak stabil juga membuat hukum menjadi tidak pasti, anda akan lebih mungkin terseret masalah hukum disana dibandi di Singapura, ditambah dengan kurangnya infrastruktur jalan, listrik, bahan bakar, ini akan menjadi extra cost yang akan anda keluarkan, Ada ketidakpastian disini, ketidakpastian perizinan, ketidakpastian infrastruktur bayangkan anda memiliki pabrik sepatu di Zimbabwe, lalu listrik mati tiba-tiba, dan ketika kita hubungi pihak berwajib mereka pun menjawa tidak tahu. adanya ketidakpastian ini membuat anda sebagai investor tidak bisa memproyeksikan Laba-rugi perusahaan anda, sehingga anda memiliki lebih besar peluang untuk kehilangan uang dinegara yang tidak bisa mengubah Uncertainty menjadi Risiko.

Sebagai penutup saya ingin menegaskan kembali bahwa penting untuk mengubah Uncertainty atau ketidakpastian menjadi risiko, karena dengan mengetahui risiko yang terkuantifikasi investor akan lebih bisa memperhitungkan pengeluarannya, dan dengan terciptanya sistem yang baik maka bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi pilihan Investor untuk berinvestasi.

Posting Komentar

0 Komentar