Bayang-bayang Feodalisme

Ilustrasi


Di Indonesia jarang sekali ada pejabat yang meminta maaf atas kesalahannya. Kebanyakan pejabat akan melimpahkan kesalahannya kepada bawahannya, pejabat-pejabat di Indonesia juga anti-kritik, mereka merasa bahwa kritik itu menghina martabat dan harga dirinya sebagai manusia ketimbang berkaca terhadap keselahan dan memperbaikinya.

Mereka masih terjebak oleh imajinasi bahwa menjadi pejabat maka derajatnya naik menjadi bangsawan, ketika ia merasa menjadi bangsawan maka ia harus dihormati, ia merasa derajatnya diatas rakyatnya, kendaraannya harus mewah, bajunya harus gagah.

Maka tak heran jika kita melihat berita anggaran kendaraan pejabat, bahkan sampai celana dalam semua dibiayai negara, tak jarang kita temui bahwa anggaran keperluan pribadi pejabat  bisa sampai ratusan juta bahkan hingga miliaran.

Ketika orang-orang semacam ini berada di tampuk kepemimpinan maka ia akan mengeluarkan kebijakan-kebijakan konyol yang hanya menguntungkan ego nya, mereka lebih peduli pada mobil dinasnya dibanding menciptakan transportasi umum untuk rakyat, mereka lebih peduli rumah dinasnya dibanding membangun perumahan untuk rakyat, mereka tidak peduli dengan masalah pengangguran mereka hanya peduli bagaimana caranya agar mereka tetap duduk di kursi kekuasaan.

Masalah terburuknya adalah ketika mereka di kritik maka mereka akan merespon itu sebagai ancaman -- maka yang terjadi adalah alih-alih memperbaiki kebijakan yang dikritik mereka lebih memilih untuk menentang sang pengkritik maka munculah kata-kata yang mungkin kita sering dengar "Apa yang sudah kau buat untuk negara?" "Negara kita ini punya masalah kompleks jangan cuma bisa kritik" atau kalimat lain yang menyebalkan, mereka baru akan bergerak ketika masalah sudah semakin besar dan viral. Ini adalah siklus yang buruk jika terus dibiarkan seperti itu.

Pejabat di Indonesia belum sadar bahwa mereka adalah pelayan publik, tugasnya melayani publik secara efektif dan efisien, mereka masih terjebak dalam ilusi feodalisme dimana mereka merasa menjadi bangsawan yang harus dihormati.

Selama ini masih menjadi hal yang wajar, maka jangan harap Indonesia menjadi negara yang sejahtera karena dalam masyarakat feodal kesejahteraan itu hanya akan dirasakan oleh orang-orang yang ada di puncak piramid.

Posting Komentar

0 Komentar