Aparat Pemerintah sudah tidak malu lagi menunjukkan inkompetensi

Ilustrasi

Belakangan masyarakat digempur habis-habisan oleh statement, atau kelakuan pejabat dan  aparat pemerintahan yang membuat geram karena apa yang mereka katakan dan lakukan rasanya tidak pantas dilakukan oleh seorang yang duduk di kursi pemerintahan.

Disini saya sudah mengumpulkan kurang lebih 5 hal konyol yang dilakukan oleh pejabat dan aparat di negeri ini, saya sebut konyol karena memang seharusnya hal seperti ini tidak dilakukan oleh pejabat dan aparat.

Pertama adalah, Wakil ketua DPRD Banten membuat memo untuk menitip siswa yang akan mendaftar SMA di cilegon, lalu perbuatan tersebut di dukung oleh wakil gubernur banten yang menyebut proses titip menitip adalah hal yang lumrah. ini sangat menciderai integritas pejabat publik, harusnya sekelas pejabat tinggi memiliki etika, kesadaran hukum dan integritas, jika mereka yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten dan Wakil Gubernur Provinsi Banten melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh pejabat publik, bagaimana publik bisa percaya terhadap pemerintah? Hal inilah yang makin menyuburkan sinisme masyarakat terhadap pemerintah.

Kedua, Menteri UMKM yang membuat surat dengan kop kementerian yang dikirimkan kepada beberapa KBRI di eropa untuk meminta dukungan pendampingan kepada istri mentri tersebut selama perjalanan nya di eropa,  mengapa pemerintah harus peduli dengan istri menteri yang ingin jalan-jalan di eropa? Apa urgensinya? Ini membuat saya heran kenapa menteri di Indonesia ini seperti tidak sekolah, seperti tidak pernah diajarkan bagaimana membedakan hal baik dan hal buruk, mengapa mereka yang hidupnya sudah bekecukupan begitu tamak?

Ketiga, Menteri kebudayaan Fadli zon menyebut belum ada bukti yang mendukung pemrkosaan massal yang terjadi pada 1998 hingga reformasi, pernyataan menteri ini sangat melukai para penyintas, dan menodai semangat reformasi, serta menunjukkan minimnya empati terhadap kejadian tersebut, padahal presiden ke 3 republik Indonesia saja mengutuk pemerkosaan massal yang terjadi pada huru-hara 1998 tersebut di depan parlemen, bagaimana bisa seorang menteri kebudayaan membantah pemerkosaan massal tersebut sedangkan seorang presiden saja sudah mengutuk langsung dalam pidatonya di parlemen, sungguh ingin saya tanyakan, dimana akal sehat Anda pak menteri?

Ke empat, ada guru di jambi yang mengkritik dan merekam kondisi jembatan yang rusak lalu video tersebut viral di media sosial, sampai disini coba bayanngkan dulu, ada masyarakat merekam dan mengkritik mengenai jembatan yang rusak tersebut, misalnya saya sebagai pejabat pemerintah yang  memiliki akal sehat yang waras, moral dan etika, maka saya akan malu terhadap apa yang terjadi, dan saya akan mengusahakan agar jembatan tersebut diperbaiki agar bisa dipergunakan kembali oleh masyarakat, namun yang terjadi adalah kebalikannya, sepertinya pejabat di Jambi ini diisi orang-orang dungu yang bebal, yang terjadi disana adalah pejabat di Jambi justru meminta guru yang memviralkan jembatan rusak tersebut untuk meminta maaf kepada gubernur dan bupati, saya sudah tidak bisa lagi mengekspresikan kegeraman terhadap hal ini, ini sungguh diluar batas normal, apa yang terjadi disana sangat memalukan.

Yang terakhir, di Kalimantan selatan tepatnya di Hulu sungai tengah, 6 anggota polisi kedapatan positif narkoba, lalu yang mnejadi polemik adalah ke enam anggota tersebut di sanksi untuk sholat, coba bayangkan betapa bobroknya cara berpikir mereka, sholat adalah kewajiban sebagai seorang muslim, jika sholat mereka jadikan hukuman itu sama saja seperti menganggap sholat sebagai suatu hal yang memberatkan atau beban sehingga dijadikan pilihan untuk menjadi hukuman,  polisi yang seharusnya menjadi aparat penegak hukum justru melanggar hukum, sudah melanggar hukum ditambah moral dan daya pikirnya juga rusak, bagaimana bisa kita menyerahkan penegakan hukum negara ini kepada orang-orang jahil seperti itu? Mesikipun mereka membantah tetap saja menjadikan sholat sebagai hukuman adalah kesalahan berpikir yang sangat tidak bisa diterima,

Seorang yang duduk dibangku pemerintahan seharusnya atau seminimalnya memiliki pemahaman tentang etika, moral, logika dan harus lebih pintar dari kera, negara akan sulit berjalan jika dikelola oleh sekumpulan kera yang haus kuasa, apa sebenarnya yang ada dipikiran mereka? Kenapa sangat tidak tahu malu untuk menunjukkan inkompetensi secara terang-terangan.


Posting Komentar

0 Komentar